Bingung dengan Timeline X-Men Universe? Baca panduan ini.

x-men-days-of-future-past-full-cast-promo-photoBagi kamu para penggemar franchise X-Men Movies, sudah pasti merasa bahwa banyak kebingungan dalam timeline sequel superheroes mutant itu. Release pertama kali pada tahun 2000 melalui judul X-Men lalu disusul dengan sequel berikutnya ternyata malah membuat universe para mutant justru menjadi tidak karuan dan banyak mengalami perubahan.

Tapi jangan khawatir, walaupun X-Men Universe nyatanya memang banyak mengalami perubahan dari segi ruang dan waktu serta kecocokan jalan cerita, film ini masih bisa dinikmati jika kamu tau cara mengumpulkan puzzle timeline yang seolah terlihat “berantakan” itu.

So, stay tuned and keep reading.

MENGAPA X-MEN UNIVERSE SULIT UNTUK BERGERAK MAJU?

Bicara tentang X-Men, maka tidak lepas dari perseteruan antara Marvel Studios vs 20th Century Fox. Ada alasan mengapa karakter-karakter dari X-Men tidak akan pernah atau sulit untuk bisa bergabung dengan karakter dari Marvel Comics lainnya dalam satu kesatuan MCU (Marvel Cinematic Universe). Hal ini adalah karena mayoritas karakter X-Men (kecuali Quicksilver dan Scarlet Witch) terjebak dalam sebuah “kontrak beku” antara Marvel Studio vs 20th Century Fox.

Awal mula mengapa Marvel Studios banyak menjual karakter-karakter dalam komik mereka untuk dijadikan live action movie tidak lain adalah karena pada akhir tahun 1990-an Marvel Studios mengalami permasalahan keuangan sehingga harus menjual karakter ke berbagai studio untuk menyelamatkan kondisi perusahaan. Dan karakter-kareakter X-Men mayoritas dijual ke Studio 20th Century Fox.

marvel-rights-1111x889

Diagram persebaran karakter-karakter Marvel Comics

Hal ini membuat Fox memegang lisensi tunggal tentang penggunaan hampir seluruh karakter X-Men bahkan lisensi untuk penyebutan kata “mutant“. Itulah kenapa dalam film Avenger, karakter Quicksilver dan Scarlet Witch tidak disebutkan sebagai “mutant“, melainkan “rekayasa genetik melalui percobaan ilmiah”.

Belakangan, setelah Marvel Studios ikut membuat beberapa karakternya menjadi superhero live action keadaan keuangan mereka mulai membaik hingga mendorong Disney untuk turut serta berinvestasi dengan membeli Marvel Studios. Gabungan antara Marvel Studio dan Disney yang sudah memiliki keuangan lebih baik, serta potensial market untuk seluruh franchise movie mereka, membuat gabungan dua studio raksasa itu ingin mengembalikan kedigdayaan karakter-karakter Marvel agar bisa bersatu dalam Marvel Cinematic Universe (MCU) bersama dengan Avenger, Guardian of Galaxy, Spiderman dan lainnya.

disney-marvel

Merger Studio antara Disney dan Marvel

Merespon hal tersebut, pihak 20th Century Fox tetap bersikukuh untuk tidak akan menjual kembali karakter-karakter dari X-Men Universe. Hal ini menyebabkan perang dingin di antara dua kubu, maka  sebagai aksi balasan atas response Fox Studi, pihak Marvel berusaha menghentikan cerita komik dari X-Men sehingga diharapkan Fox Studio akan kesulitan mengembangkan cerita X-Men untuk film-film berikutnya. (Baca :  Marvel is Killing X-Men).

Itulah kenapa terlihat bahwa film X-Men belakangan ini terkesan “berjalan mundur” dan hampir me-reset seluruh timeline dan cerita yang dalam beberapa sequel pertama sudah terbangun. Banyak isu mengatakan bahwa itu adalah cara agar Fox Studio tetap bisa melanjutkan franchise film-film X-Men.

PERUBAHAN TIMELINE SECARA BESAR-BESARAN

Mengikuti jalan cerita dari X-Men Universe tidak bisa lepas kepada 2 (dua) film sequel X-Men yang menjadi tonggak perubahan cerita X-Men secara besar-besaran dan massive yaitu X-Men First Class dan X-Men : Days of Future Past.

Bagi kamu yang sudah terlanjur menikmati jalan cerita pada sequel 3 (tiga) film pertama yaitu X-Men (2000), X2 : X-Men United (2003), dan X-Men The Last Stand (2006) maka mulailah untuk mengosongkan memori dari segala cerita, karakter, serta timeline dari ketiga film tersebut.

Untuk X-Men Wolverine tidak terlalu banyak berpengaruh pada cerita utama X-Men Universe, jadi kamu bisa tetap menyimpan itu di memori kamu… 😀

Untuk memahami secara utuh perubahan dalam X-Men Universe, maka pastikan kamu sudah menonton paling tidak 2 (dua) film utama yaitu X-Men First Class dan X-Men : Days of Future Past, sedangkan 3 (tiga) film sisanya opsional.

Kehidupan serta takdir para mutan mulai mengalami perubahan ketika Kitty Pryde dalam movie X-Men : Days Of Future Past mengirim Wolverine kembali ke masa lalu (setting tahun 1972) untuk mengubah nasib para mutant yang sedang diburu oleh anti-mutant machine di masa depan. Sehingga, penting untuk digaris bawahi bahwa berubah atau tidaknya nasib serta takdir para mutant bergantung pada keberhasilan Kitty Pryde membawa perubahan itu.

newb24e2ik9yyc_1_b

Kitty Pryde mengirim Wolverine ke masa lalu dalam X-Men : Days of Future Past

Berdasarkan hal itu, maka pembahasan selanjutnya akan dibagi dalam 3 (tiga) kategori node atau view point sebagai berikut :

  1. Node #1 : Before Time Travel ; jika Kitty Pryde tidak mengirim Wolverine ke masa lalu
  2. Node #2 : During Time Travel; saat Kitty Pryde mengirim Wolverine ke masa lalu
  3. Node #3 : After Time Travel; setelah Kitty Pryde mengirim Wolverine ke masa lalu

NODE #1 : BEFORE TIME TRAVEL

Dalam pembahasan Node #1 ini, dianggap seluruh kejadian serta jalan cerita yang sudah terbangun selama ini berjalan normal, tanpa ada gangguan atau disturbance terhadap kejadian masa lalu. Untuk memudahkan memahami Node #1 ini, silakan perhatikan diagram berikut :

Node-1

Diagram Node #1 : normal timeline of X-Men Universe

Seluruh cerita X-Men dimulai dari film X-Men First Class dimana Charless Xavier (Prof. X) untuk pertama kalinya bertemu dengan Erik Lehnsherr (Magneto) saat mereka masih muda. Perlu diingat setting waktu saat itu adalah tahun 1962.

Pada akhir film X-Men First Class, benih perpecahan antara Charles dan Erik mulai terbentuk, menyebabkan kedua “mutant senior” itu mengambil jalan yang berbeda dalam menjalani hidup sebagai mutant. Charles yakin dengan metode diplomasi dan hidup berdampingan dengan manusia normal, sedangkan Erik (Magneto) memilih jalur kekerasan untuk membuat keberadaan para mutant diakui oleh para manusia normal.

Timeline selanjutnya dalam Node#1 ini adalah sequel X-Men, X2 : X-Men United dan X-Men The Last Stand serta diakhiri dengan X-Men : Days of Future Past. Perhatikan bahwa pada diagram Node#1 ditambahkan satu blank spot antara X-Men First Clas & X-Men serta satu blank spot antara X-Men The Last Stand dan X-Men : Days of Future Past.

Hal tersebut untuk memudahkan penggambaran bahwa ada beberapa kejadian yang belum sempat dijelaskan diantara beberapa jeda film. Misalnya bagaimana Charles berhasil mengumpulkan para mutant sehingga berhasil membentuk X-Men Squad (Jean Grey, Cyclops, Storm, Hanks, etc) di film X-Men, serta bagaimana para mutant bisa diburu dan hanya tersisa sedikit (Charles, Kitty, Bobby, Erik, Wolverine, etc) di film X-Men : Days of Future Past.

Jika Kitty Pryde tidak mengirimkan Wolverine kembali ke masa lalu atau misal Kitty Pryde gagal mengirimkan Wolverine ke masa lalu, maka X-Men Universe berhenti pada saat itu juga, dengan ending : semua mutant berhasil dihancurkan oleh anti-mutant machine. Dalam case ini, maka timeline atau cerita dari sequel X-Man sebelumnya (X-Men, X2 : X-Men United, X-Men The Last Stand) tidak berubah, dan tetap menjadi sebuah cerita nyata yang tinggal sejarah (karena mutant sudah berhasil dihancurkan hingga tidak bersisa).

 NODE #2 : DURING TIME TRAVEL

Pada kenyataannya, ternyata Kitty Pryde berhasil menghindari kejaran dari anti-mutant machine dan dengan dibantu oleh Erik, Bobby serta mutant tersisa lainnya, Kitty memiliki kesempatan untuk mengirimkan Wolverine kembali ke masa lalu pada tahun 1972 untuk mengubah sejarah.

Maka, disinilah Node #2 dimulai.

Seperti sebelumnya, untuk memudahkan pemahaman mengenai kejadian pada Node #2 (dimana proses perubahan takdir sedang berlangsung dibawah kendali Kitty dan Wolverine), maka silakan merefer kepada diagram di bawah ini :

Node-2

Diagram Node #2 : saat dimana Kitty dan Wolverine sedang berjuang merubah takdir para mutant

Perhatikan bahwa ketika Kitty mengirimkan Wolverine kembali ke masa lalu, maka seluruh timeline di X-Men Universe menjadi uncertain atau tidak pasti. Kembalinya Wolverine ke masa lalu meng-intercept seluruh kejadian setelah masa X-Men First Class.

Ingat, setting tahun X-Men First Class adalah tahun 1962, sedangkan setting tahun kembalinya Wolverine (yg dikirim Kitty dari masa depan) adalah tahun 1972.

Dengan hadirnya Wolverine di tahun 1972, maka seluruh time flow dari X-Men Universe terganggu. Lupakan cerita di sequel X-Men, X2 : X-Men United, serta X-Men The Last Stand karena cerita mereka belum bisa dipastikan akan terjadi, itulah kenapa dalam diagram di atas, seluruh kejadian setelah X-Men First Class menjadi abu-abu.

Bahkan, cerita pada sequel X-Men : Days of Future Past pun ikut menjadi tidak pasti (abu-abu), karena ending dari para mutant menjadi belum jelas : apakah Wolverine gagal dan mutant berhasil dihancurkan ataukah Wolverine berhasil dan mereka survived.

Perlu dicatat, bahwa Node #2 ini terjadi secara simultan di dalam film X-Men : Days of Future Past. Melalui diagram Node #2 ini, bisa dibayangkan efek massive dari terganggunya seluruh timeline di X-Men Universe “hanya” gara-gara seorang Wolverine di masa depan kembali ke masa lalu.

 NODE #3 : AFTER TIME TRAVEL

Seperti sudah kita ketahui bersama, ternyata Kitty dan Wolverine berhasil mengubah sejarah sehingga takdir para mutant pun ikut berubah. Tidak ada lagi anti-mutant machine yang memburu mereka, dan tidak ada lagi pertarungan demi mempertahankan hidup. Semua hilang. Semua berubah.

Node-3

Diagram Node #3 : kondisi terupdate atas X-Men Universe saat ini

Perhatikan diagram Node #3 di atas, dengan berhasilnya Kitty dan Wolverine melaksanakan misi time travel, maka X-Men Universe memiliki ending yang bahagia. Yaitu adegan di X-Men Days of Future Past pada saat Wolverine “terbangun” dari tidur dan menemukan kenyataan bahwa seluruh penghuni Xavier School masih lengkap. Bahkan Jean Grey dan Scott (Cyclops) pun masih hidup.

Note this, pada titik ini maka X-Men Universe hanya memiliki satu ending yaitu ending dimana semua mutant dibawah asuhan Charles Xavier hidup dengan kondusif. Belum diceritakan lebih lanjut mengenai kondisi Erik dan kubunya serta konstelasi geopolitik mutant vs non-mutant pada titik itu.

Harus diacungi jempol atas kecerdasan dari script writer sequel X-Men Days of Future Past, karena hanya dalam satu film bisa menyajikan 2 (dua) kondisi ending dari X-Men Universe : hancur lebur saat awal film dan happy ending setelah di akhir film. Dua kondisi yang saling bertolak belakang dirubah hanya dalam durasi 1 film tersebut.

Kembali kepada diagram Node #3  di atas. Terlihat bahwa cerita dalam sequel X-Men, X2 : X-Men United, serta X-Men The Last Stand sudah hilang total dan tidak bersisa. Sebagai gantinya tim dari Fox Studio menghadirkan satu cerita baru setelah kejadian kembalinya Wolverine dari masa depan. Yaitu sequel X-Men Apocalypse.

Setting cerita X-Men Apocalypse sendiri masih berdekatan dengan X-Men First Class dan X-Men Days of Future Past (versi Wolverine kembali ke masa lalu) dengan urutan sebagai berikut :

  1. X-Men First Class  : setting tahun 1962
  2. X-Men Days of Future Past (Wolverine time travel)   : setting tahun 1972
  3. X-Men Apocalypse : setting tahun 1980

Dalam X-Men Apocalypse sendiri, yang sangat menarik perhatian adalah munculnya karakter Jean Grey, Scott (Cyclops) serta Nightcrawler (usia mereka masih muda) dimana kemudian akan bergabung dengan tim Charles Xavier.

Nah, dengan begitu maka sekarang X-Men Universe sedang ditulis ulang, takdir para mutant, serta kejadian-kejadian yang akan turut serta mengiringi takdir para mutant tersebut juga turut ditulis ulang oleh para script writer yang bekerja untuk Fox Studio. Dan bukan tidak mungkin diagram dari Node #3 di atas akan berkembang, dimana ending dari X-Men Universe bukanlah sequel X-Men Days of Future Past (saat Wolverine bangun tidur) melainkan ada cerita atau konflik baru setelah timeline dari X-Men Days of Future Past tersebut.

UNLIMITED STORY UNTUK MOVIE FRANCHISE BERIKUTNYA

Sekarang, setelah kita semua paham dengan timeline dari X-Men Universe ini, mari kita kembali dengan topik awal pada tulisan ini mengenai mengapa pihak Fox Studio merasa perlu membuat universe dari para mutant berjalan mundur dan ditulis ulang.

Already have an aswer for this one?

Indeed, karena dengan begitu pihak Fox Studio jadi punya kesempatan untuk terus membuat sequel dan franchise dari film-film X-Men. Kondisi awal dimana kelihatannya tim Fox Studio kehabisan cerita, sekarang dengan cara yang cerdas dan elegant malah berhasil dibalikkan 180 derajat. Tim dari Fox Studio malah memiliki unlimited resource dan ide untuk terus mengexplore segmen demi segmen dari universe para mutant.

1401660659

Rekapitulasi profit dari franchise film-film X-Men

Dengan potensi market dan audience yang begitu massive serta luar biasa besar, maka sangat wajar jika Fox Studio akan terus berusaha membuat X-Men menjadi entitas movie yang menarik, sehingga pundi-pundi dollar akan terus bisa diraup.

Jadi gimana? Masih bingung dengan timeline di X-Men Universe?

Advertisements

One thought on “Bingung dengan Timeline X-Men Universe? Baca panduan ini.

  1. disajikan dengan bahasa yg sederhana & lugas

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s