Masih bingung dengan Torrent? Begini cara kerja torrent dan cara menggunakannya

torrent2b1Kondisi dunia saat ini yang sudah semakin digital dan computerized membuat hampir tidak ada lagi batas dalam bersosialisasi, baik bertukar pesan, foto, gambar, dokumen, bahkan file dalam ukuran besar sekalipun.

Nah, bagi kamu yang sering berkutat dengan file sharing, baik itu download maupun upload sebuah file (dokumen, aplikasi, musik, film etc) pasti sudah tidak asing dengan yang namanya torrent. Tapi, apa kamu juga sudah paham bagaimana cara torrent bekerja dan cara menggunakan torrent?

Supaya pemahaman kamu semakin holistic dan komplit mengenai torrent, baca artikel berikut hingga tuntas. Tentang apa itu torrent, sejarah lahirnya, istilah yang ada di torrent system, hingga cara memakai torrent dengan mudah.

Ready?

SEJARAH ASAL MULA TORRENT

Torrent pertama kali diciptakan oleh Bram Cohen, pria berkebangsaan Amerika Serikat. Ayah Cohen sendiri adalah seorang ilmuwan komputer serta seorang pengajar, makanya wajar kalo sejak kecil Cohen sudah terbiasa dengan yang namanya komputer. Saking terbiasanya, dia sudah belajar pemrograman BASIC sejak umur 5 tahun!

desktop_0002_bram2

Bram Cohen, penemu torrent dan pendiri BitTorrent

Semasa kuliah, Cohen mengalami drop out karena dia bekerja untuk beberapa perusahaan berbasis teknologi, hal ini dilakukannya hingga akhir tahun 1990-an. Salah satu project terakhir yang sempat dibuat oleh Cohen adalah sebuah program bernama MojoNation, yang kelak menjadi cikal bakal torrent seperti sekarang ini.

MojoNation memungkinkan penggunanya untuk membuat sebuah file rahasia (confidential)  terpecah-pecah menjadi bagian kecil yang terenkripsi dan selanjutnya serpihan-serpihan file ini akan disimpan di suatu komputer dimana program itu dijalankan. Jika ada pengguna dari komputer lain yang ingin mendapatkan file tersebut, dia harus menjalankan program yang sama, untuk kemudian mendownloadnya dari komputer pertama tadi.

Merasa bahwa konsep file sharing secara direct peer-to-peer tanpa melalui sebuah server adalah solusi untuk mengeliminasi lambatnya transfer data saat sebuah server terlalu banyak didownload, maka Cohen menciptakan torrent system dan selanjutnya dia juga mendirikan perusahaan bernama BitTorrent.

Hingga saat ini, torrent sudah digunakan oleh jutaan netizen di seluruh planet bumi, karena kemudahannya dalam mentransfer file tanpa perlu melewati server tertentu.

CARA KERJA TORRENT SYSTEM

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, torrent menggunakan konsep file sharing peer-to-peer, artinya sebuah file dapat langsung ditransfer antar komputer/PC/laptop tanpa perlu meletakan file tersebut di sebuah server, baru kemudian file didownload dari server.

Mudahnya, jika si A dan si B ingin saling bertransfer file, maka A tidak perlu lagi mengupload file tersebut ke sebuah server lalu si B mendownloadnya dari server tersebut. Dengan menggunakan konsep torrent, maka B bisa langsung mendownload file itu dari komputer A.

Untuk lebih jelasnya, coba perhatikan ilustrasi gambar berikut :

torrent-1

Perbandingan file sharing sistem konvensional dan sistem torrent

Pada sistem file sharing konvensional, sebuah file harus diupload dulu ke dalam server agar bisa didownload oleh pengguna lain. Maka pada sistem konvensional, pengguna tidak bisa langsung berinteraksi tanpa adanya server. Dalam hal ini, server menjadi semacam gudang atau storage tempat begitu banyak file disimpan dan untuk selanjutnya dibagikan kepada pengguna lainnya.

Sementara itu, pada sistem torrent tidak ada lagi server yang menjadi alat atau wadah interaksi dari para pengguna, melainkan para pengguna tersebut langsung berinteraksi satu sama lain dan saling berbagi file. Semua orang menjadi server, dan di saat yang sama semua orang juga menjadi user.

Perhatikan gambar torrent system di sebelah kanan, dalam diagram terlihat bahwa A berbagi  file dengan seluruh pengguna (B, C, dan D) dan di saat yang sama A juga menerima file dari seluruh pengguna (B, C, dan D).

Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Karena konsep torrent adalah “menghancurkan” sebuah file menjadi serpihan-serpihan kecil, agar mudah ditransfer ke pengguna lainnya. Contoh, ketika A mulai mendownload sebuah file, maka A menerima serpihan-serpihan kecil file tersebut. Ketika serpihan kecil file tersebut masuk ke dalam komputer A, dan pada saat itu kondisi A adalah online (terhubung dengan jaringan) maka di saat yang sama serpihan file tersebut akan langsung disebarkan/dibagikan oleh A kepada pengguna lain yang membutuhkan.

Tindakan A dalam mengambil serpihan file dari pengguna lain disebut dengan leeching dan tindakan A dalam menyebar serpihan file ke pengguna lain disebut dengan seeding. Proses leeching dan seeding tersebut terjadi secara simultan selama pengguna terhubung dengan jaringan.

Pada kondisi dimana A sudah berhasil mengambil semua serpihan file tersebut (atau download 100%) maka proses seeding masih bisa tetap berlangsung, kecuali A sendiri yang menghentikan proses seeding tersebut. Nah, hal seperti ini sangat dibenci di kalangan para torrent user, karena hal itu menunjukan kamu adalah orang yang egois, habis manis sepah dibuang, sudah selesai download terus pulang. Jangan gitu yaa..

MENDOWNLOAD FILE DENGAN MENGGUNAKAN TORRENT

Untuk bisa menggunakan torrent system ini, kamu harus menginstall software yang bernama torrent client. Walaupun disebut software, tapi size aplikasi torrent client itu sangat-sangat kecil, hanya sebesar 1 MB, jadi tidak akan memberatkan PC atau laptop kamu. Torrent client berguna untuk menjalankan proses download/leeching dari sebuah file berenkripsi torrent.

Ada 2 (dua) torrent client yang paling terkenal saat ini, yaitu BitTorrent (developed by Bram Cohen) dan uTorrent (developed by Ludvig Strigeus), walaupun sebenarnya masih banyak torrent client lainnya seperti :

  • Frost Wire, developed by Frost Wire Project
  • r-Torrent, developed by Jari Sundell
  • FlashGet, developed by Trend Media
  • BitSpirit, developed by ByteLinker Inc.
  • Folx, developed by Eltima Software
  • etc

maxresdefault

Berbagai macam torrent client yang ada di jagad internet

Setelah punya torrent client, maka selanjutnya adalah tinggal mencari file yang kamu inginkan (tentu saja dalam bentuk torrent) agar bisa dibuka di torrent client.

Misalnya kamu ingin mendownload sebuah film ABC, maka kamu tinggal mencari file torrent film ABC tersebut. Setelah torrent dari film ABC tersebut diperoleh (biasanya ukuran torrent sangat kecil, sekitar 15 kB) maka kamu harus membukan torrent tersebut dengan menggunakan torrent client. Setelah torrent client menjalankan torrent dari film ABC tadi, maka proses download akan segera dimulai.

torrent-2

Contoh torrent client (uTorrent) dan interfacenya

Seperti terlihat pada gambar di atas, saat torrent client menjalankan encrypted torrent dari sebuah file, maka proses download akan segera dimulai. Kecepatan mendownload bergantung kepada seberapa banyak seeder yang aktif untuk berbagi file tersebut.

Semakin banyak seeder atau peer yang aktif, maka kecepatan download akan semakin tinggi karena hal itu menandakan semakin mudah kita mencari serpihan-serpihan file film ABC tadi.

Nah, simultan dengan proses downloading (atau leeching) yang kita lakukan, komputer kita juga secara otomatis akan melakukan seeding.

torrent-3

Interface uTorrent untuk bagian seeding

Maka, sekali lagi harap diingat ya..saat kamu sudah berhasil mendownload sebuah file, kamu punya tanggung jawab moral untuk seeding (atau membagikan) file tersebut ke orang-orang lainnya. 🙂

TORRENT GENERATOR DAN TORRENT TRACKER

Setelah mengetahui konsep general sistem file transfer menggunakan torrent, maka pertanyaan berikutnya adalah : bagaimana caranya merubah sebuah file menjadi bentuk torrent (yang akan menjadi serpihan-serpihan) ?

Cara merubah sebuah file menjadi torrent harus dengan menggunakan torrent client. Melalui torrent client, kamu bisa merubah sebuah file menjadi sebuah torrent dan selanjutnya disebarkan ke seluruh netizen di jagad raya internet.

torrent-4

Interface untuk merubah file menjadi torrent

Yang harus diperhatikan saat kamu ingin membuat torrent dari sebuah file yang ingin kamu bagikan adalah torrent tracker. Hal tersebut sangat penting karena jika kamu tidak bisa mengisi torrent tracker dengan tepat, maka file kamu yang sudah berubah menjadi torrent akan sulit ditemukan oleh peer (komputer) lain.

Lalu, apa gunanya torrent tracker sebenarnya?

Torrent tracker berfungsi selayaknya sebuah perantara antara satu peer dengan peer lainnya. Ketika ada sebuah peer (komputer) milik user bernama Gwan Yu yang menghidupkan torrent (misal film ABC yang tadi kita jadikan contoh), maka secara otomatis torrent film ABC tadi akan menginputkan kode enkripsi kepada torrent tracker (dalam hal ini adalah torrent tracker yang diinput di torrent film ABC; ingat ya gambar atas tadi, saat kita ingin membuat torrent kita perlu menginputkan torrent tracker) agar seluruh peer (komputer) di dunia yang memiliki “serpihan” film ABC dikoneksikan ke peer (komputer) milik user bernama Gwan Yu, sehingga user tersebut bisa mendownload serpihan-serpihan film ABC yang sedang dicarinya.

Nah, sukses atau tidaknya torrent kamu ditemukan oleh orang lain/user lain bergantung kepada seberapa akurat torrent tracker yang kamu inputkan ketika awal mula kamu membuat torrent tersebut. Ibaratnya, tanpa perantara atau mak comblang yang tepat, maka jodoh juga sulit ketemu kan? Nah torrent tracker itu mirip seperti mak comblang, hehe.

Itulah kenapa, menginputkan torrent tracker menjadi krusial saat kamu akan membuat torrent. Termasuk juga ketika kamu sedang mendownload sebuah file dari torrent, dan merasa kecepatan download kamu turun lalu menjadi sangat lambat, bukan tidak mungkin torrent tracket kamu bermasalah. Solusinya? adalah dengan menambahkan (menginput) torrent tracker sehingga semakin banyak perantara yang membantu kamu mencari “jodoh” yang sedang kamu cari.

Beberapa torrent tracker aktif yang well-trusted serta kompatibel untuk berbagai torrent client adalah sebagai berikut :

http://9.rarbg.com:2710/announce

http://announce.torrentsmd.com:6969/announce

http://bt.careland.com.cn:6969/announce

http://explodie.org:6969/announce

http://mgtracker.org:2710/announce

http://tracker.tfile.me/announce

http://tracker.torrenty.org:6969/announce

Tentu masih banyak torrent tracker lainnya, kalo kamu masih penasaran kamu bisa googling sendiri nanti.

PROS AND CONS TORRENT SYSTEM

Dibandingkan dengan sistem file sharing konvensional, sistem torrent memiliki banyak kelebihan karena mampu mempersingkat jalur interaksi yang dari sebelumnya harus melalui server menjadi tanpa perlu melalui server. Dengan konsep peer-to-peer dimana seluruh komputer yang ada di dunia secara bersamaan menjadi server dan user, maka proses transfer file bisa terjadi secara simultan tanpa perlu khawatir akan terjadi high traffic seperti pada sistem server (konvensional). Tidak dibutuhkannya server juga memungkinkan bagi siapapun untuk share apapun tanpa khawati tidak memiliki server yang cukup, atau membayar server tertentu dengan account tertentu.

Dengan segala kelebihannya tersebut bukan lantas sistem ini sangat sempurna sehingga tidak memiliki kelemahan.

Hal yang paling disoroti dengan adanya torrent system adalah meningkatnya piracy atau pembajakan tanpa bisa dikendalikan oleh pihak otoritas yang berwenang. Jika pada sistem konvensional, para otoritas cukup melakukan pengawasan terhadap server owner, dan melakukan suspend jika ada kegiatan ilegal maka dengan sistem torrent akan sulit memonitor pergerakan file sharing karena semua dimulai langsung dari peer (komputer) milik pribadi masing-masing.

Walau begitu, karena setiap orang sebelum mendownload file membutuhkan torrent tertentu dimana torrent tersebut biasanya diperoleh dari situs penyedia torrent, maka otoritas berwenang melakukan pengawasan terhadap situs-situs penyedia torrent. Kasus paling terkenal adalah penutupan website The Pirate Bay (baca : The Pirate Bay Trial Gulity Verdict).

f453c262-c561-41aa-ab40-dc65ef9147b0-1020x612

Pendiri The Pirate Bay (kiri-kanan) : Fredrik Neij, Gottfrid Svartholm dan Peter Sunde

Secara hukum sendiri, file sharing dengan menggunakan torrent adalah sesuatu yang legal dan tidak melawan hukum. Namun bisa menjadi ilegal jika file yang ditransfer dan dibagikan adalah file musik, film, atau file lainnya yang merupakan hasil pembajakan.

Jadi, tetaplah bijak menggunakan torrent dan menggunakan internet.

Gimana, masih bingung dengan torrent?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s