Fantasy Euro 2016 – Introduction to Pecca.id’s League

cover euro

Euro 2016 akan kick-off dalam hitungan jam. Bagi Anda fans sepakbola yang sekaligus merupakan penggemar game simulasi Fantasy Premier League, tentu akan tertarik untuk memainkan game sejenis untuk perhelatan 4 tahunan ini. Ya, Fantasy Euro 2016 yang akan disponsori oleh perusahaan waralaba fast food asal Amerika Serikat, tentu akan membuat ajang kompetisi antar-negara terbaik kedua di dunia ini lebih menarik untuk dinikmati oleh setiap penggila bola. Kami dari pecca.id mengajak Anda bergabung di liga kami, dan kami akan menyediakan hadiah menarik bagi para pemenang, dengan hadiah utama Football Manager 2017 – steam. Fancy joining us?

Seperti halnya FPL, menentukan 15 pemain utama di tim Anda akan memegang peranan amat sangat krusial karena akan mempengaruhi aktifitas transfer Anda di setiap babak. Semakin banyak hit dan semakin sedikit miss akan tentu akan melambungkan poin Anda setinggi mungkin.

Nah, sebelum memetakan kiprah para pemain, ada baiknya Anda memperkirakan sepak terjang para negara partisipan dalam menghadapi fase grup. Keempat kontributor kami, dengan cara eksplorasi yang berbeda-beda, akan mencoba membantu Anda. Setiap prediksi yang kami lakukan, adalah untuk mempermudah pemilihan pemain Anda sehingga setiap Anda yang membaca artikel ini akan terbantu untuk memenangkan kompetisi liga antar relasi, rekan kerja, teman kuliah, atau liga fantasi lain yang akan Anda ikuti. Atau Anda tertarik bergabung di liga kami? Caranya mudah sekali, Anda hanya perlu melakukan langkah berikut ini :

  • daftarkan tim Anda ke web Fantasy Euro 2016 dengan kode liga unik berikut : 13813COE 
  • follow akun twitter resmi pecca.id yang eksklusif membahas sepakbola, @pecca_pundit
  • like artikel ini
  • DM kami nama dan alamat e-mail yang bisa dihubungi
  • beri komentar di kolom artikel ini, atau mention di twitter kami, dengan format berikut : “I wanna join PECCA.id’s league @pecca_pundit #eurofantasy ((link artikel ini))”
  • pastikan untuk mendaftarkan tim anda SEBELUM kick-off babak 16 besar Euro 2016
  • pemenang adalah tim dengan perolehan poin tertinggi DAN melakukan instruksi seperti yang kami maksud diatas

Menarik bukan?

Now let’s rock and enjoy some football lads!!

GROUP A

FRA rev1.jpg

Bukan grup yang sulit bagi tuan rumah Prancis. Biasanya mungkin tuan rumah akan kesulitan menyesuaikan diri dengan tekanan publik sendiri, namun kali ini akan “sedikit” berbeda. Para pemain pilihan Didier Deschamps kali ini bukan datang dari klub-klub tenar macam Real Madrid, Barcelona, atau Bayern Munich, tapi mereka datang mulai dari Juventus, Atletico Madrid, Leicester City, Tottenham, West Ham, bahkan dari negeri Sombrero, Tigres. Ada kerja keras tanpa henti yang menjanjikan dari skuad Prancis kali ini, yang tentu akan mempermudah langkah mereka mendapatkan 100% dukungan publik Prancis. Olivier Giroud, salah satu dari mereka, bahkan telah berhasil 5 gol dari 4 partai friendly terakhir, meski tampil penuh dengan siulan. Saya menjagokan Prancis untuk melenggang hingga minimal semifinal.

Lalu siapa pendampingnya?

Swiss punya peluang paling besar. Kekuatan Tim Melli ada di pertahanan. Benteng kokoh yang dibangun Yann Sommer, Stephan Lichtsteiner, dan Ricardo Rodriguez akan menyulitkan Prancis. Namun terlebih dulu mereka harus menghadapi Albania dan Rumania. Tim yang saya sebut terakhir punya catatan yang mentereng selama menjalani kualifikasi. Meski hanya mencetak 11 gol dari 10 penampilan, mereka mencatatkan 8 kali clean sheet! Aktornya tentu saja adalah duo Serie A Ciprian Tatarusanu dan Vlad Chiriches.

Bagaimana dengan Albania? Memang akan sangat berat jika kita memperkirakan peluang Black Eagles di babak ini, sekalipun mereka tidak tergabung di grup berat. Langkah ajaib dengan menyingkirkan tim-tim tradisional Eropa seperti Denmark, Serbia, dan Norwegia adalah pencapaian Cinderella buat tim yang di masa lalu adalah bulan-bulanan negara lain ini.

Albania juga punya keuntungan. Dalam periode 2 tahun mereka 2 kali bertemu Prancis di sebuah partai persahabatan, dan 2 kali pula mereka menahan imbang Les Blues. Kontra Swiss di pertandingan perdana, mereka juga akan seperti akan menjalani laga derby kecil karena Granit Xhaka, Xherdan Shaqiri, dan Valon Behrami adalah putra kelahiran Albania. So, menghindari juru kunci adalah target realistis dan bisa saja diwujudkan, dengan catatan Gianni De Biasi si pelatih kawakan dari Italia, harus cerdik meramu tim yang akan menyulitkan duo Swiss-Rumania, yang sebenarnya punya problem dalam mengkreasikan peluang.

GROUP B

ENG rev1.jpg

Grup yang diprediksi akan cukup ketat. Walaupun di atas kertas Inggris akan lolos, namun jangan lupakan Russia yang cukup berpengalaman di beberapa edisi terakhir Euro, serta tim debutan Wales dan Slovakia tidak bisa dianggap sebelah mata.

Inggris bagaimanapun merupakan tim yang sempurna di kualifikasi dan berhasil mencetak 31 gol (kesampingkan lawan terberatnya cuma Swiss). Dengan tim baru yang banyak pemain muda, apalagi jika mampu memaksimalkan chemistry duet maut Delle Alli-Harry Kane tim ini sangatlah berpotensi untuk bersinar di Euro 201. Namun hal itu akan terjadi  jika dan hanya jika permasalahan klasik mental yang jelek dapat teratasi. Apapun permasalahan Inggris, mereka tetaplah favorit juara grup B. Mereka juga akan dapat melaju jauh jika mampu terhindar bertemu tim-tim yang sarat pengalaman semacam Italia.

Russia adalah simbol kekuatan sepakbola Eropa Timur saat ini. Negara yang merupakan pewaris utama Uni Soviet ini memiliki bakat-bakat yang tidak dapat dipandang remeh, seperti sang kiper Igor Akinfeev dan yang terbaru adalah sang striker yang baru berusia 22 tahun, Artem Dzyuba! Sayangnya walaupun memiliki banyak bakat-bakat sepakbola, tim ini sering keteteran di turnamen final dengan hanya pernah sekali lolos ke babak knock out sejak berganti nama menjadi Russia, hal ini terjadi saat mereka menjadi kuda hitam di Euro 2008 dengan mencapai semifinal sebelum ditumbangkan sang juara Spanyol. Untuk Euro 2016 ini dengan keuntungan 1 grup bersama 2 debutan, setidaknya Russia akan mampu lolos ke babak knock-out menemani Inggris dan diprediksi hanya akan mencapai babak 16 atau 8 besar.

Slovakia, negara pecahan salah satu raksasa sepakbola di masa lampau, Cekoslovakia. Dapat dikatakan terlambat berkembang dibandingkan saudaranya, Republik Ceska, perlahan tapi pasti Slovakia berhasil menjelma menjadi salah satu kekuatan baru di benua Eropa. Tim ini telah membuktikan mampu berbicara walaupun hanya bersatatus debutan. Penggemar sepakbola tidak akan lupa bagaimana heroiknya para pemain Slovakia saat mengalahkan Italy 3-2 di Piala Dunia 2010 untuk lolos ke babak 16 besar. Dengan diperkuat bintang-bintang Serie A Italy semacam Marek Hamsik dan Jura Kucka ditambah sang bintang Vladimir Weiss dan sang striker Michail Duris, tim ini telah membuktikan mampu mengalahkan Spanyol di babak kualifikasi dan Jerman pada laga ujicoba. Untuk Euro ini Slovakia akan bersaing dengan Wales memperebutkan posisi 3 dan jika beruntung mereka dapat menyodok Russia dari posisi 2 grup. Seperti pada Piala Dunia 2010, Slovakia sangat layak menyandang gelar kuda hitam di turnamen kali ini.

Wales, salah satu negara Britania Raya yang saat ini terkenal dengan bakat-bakat sepakbolanya terutama yang bermain di EPL. Dengan bermaterikan mayoritas pemain-pemain EPL, Wales mampu memenangi persaingan dengan sesama breakthrough team di Eropa, Bosnia-Herzegovina untuk menemani Belgia lolos. Lolos ke major turnamen pertama kalinya sejak Piala Dunia 1958, Wales pasti mengusung target setinggi-tingginya di turnamen ini apalagi akan diperkuat Gareth Bale yang merupakan salah satu jebolan EPL juga merupakan pesepakbola termahal dunia saat ini. Salah satu keunikan dari Wales adalah beraninya sang pelatih memasang formasi 3 bek, 3-4-2-1. Bisa jadi formasi ini akan menjadi senjata menghadapi kontestan lain di Grup B yang kesemuanya akan memakai formasi 4-2-3-1 atau 4-4-2. Banyaknya pemain bintang EPL semacam Aaron Ramsey, Andy King, Wayne Hennessey dll tidak akan menyurutkan sang striker tunggal Hal Robson-Kanu untuk bersinar. Dengan minimnya pengalaman di turnamen internasional dan akan sangat Bale-sentris, sepertinya tim ini hanya akan memperebutkan peringkat 3 grup atau malah menjadi juru kunci.

GROUP C

GER rev1

Grup yang di atas kertas akan mudah diatasi oleh Jerman. Berbekal skuad eks juara Dunia 2014 ditambah beberapa nama baru di skuad, Jerman akan dengan mudah melenggang ke babak berikutnya. Polandia dan Ukraina yang masih minim pengalaman di Euro dan belum pernah lolos babak knock out akan memperebutkan posisi 2. Namun jangan lupakan kuda hitam debutan Irlandia Utara yang lolos ke turnamen major untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1986.

Jerman, tim spesialis turnamen yang pasti akan selalu harus diperhitungkan. Lupakan beberapa hasil minor pada laga ujicoba, dengan mental bajanya tim sekelas Jerman akan tetap bersinar saat turnamen final. Tim ini akan mampu lolos fase knock-out sebagai juara grup, tetapi meskipun berstatus juara dunia Jerman mungkin hanya akan mencapai babak semifinal. Tim yang sedang dalam proses regenerasi serta masih rapuhnya lini pertahanan akan menjadi kendala bagi tim ini untuk menjadi juara. Nama-nama baru semacam Jonas Hector, Julian Weigl, dan Joshua Kimmich akan menjadi nama-nama yang bersinar di turnamen ini.

Ukraina, satu lagi negara pecahan Uni Soviet selain Russia yang cukup dapat diperhitungkan. Sempat memiliki nama beken semacam Andriy Shevchenko dan Serhiy Rebrov, Ukraina tidak berhenti menelurkan bakat baru seperti Yevhen Konoplyanka dan Andriy Yarmolenko. Berbekal pengalaman lolos ke babak 8 besar Piala Dunia 2006 dan pengalaman pahit gagal lolos dari fase grup di rumah sendiri saat Euro 2012, Ukraina berharap akan mampu bersaing dengan Polandia untuk memperebutkan posisi 2 grup C. Selain duet Konoplyanka-Yarmolenko, Ukraina juga memiliki senjata rahasia dalam diri pemain senior Ruslan Rotan yang merupakan ahli bola-bola mati. Menarik ditunggu bagaimana kiprah negara pecahan Uni Soviet ini yang bisa jadi cuma akan sampai babak 16 atau kalau beruntung sampai babak 8 besar.

Polandia merupakan salah satu negara yang saat ini diberkahi bakat-bakat sepakbola luar biasa. Ada Wojciech Szczęsny dan Łukasz Fabiański di posisi penjaga gawang. Łukasz Piszczek dan Kamil Glik di belakang, di lini tengah ada Grzegorz Krychowiak, Jakub Błaszczykowski, Piotr Zieliński, dan juga Kamil Grosicki. Lalu, siapa tidak kenal dengan Robert Lewandowski dan satu bakat baru di lini depan, Arkadiusz Milik? Namun, yang perlu diperhatikan adalah mental mereka yang cukup jelek di turnamen besar. Sejak Piala Dunia 2002 sampai Euro 2012 (di kandang sendiri), Polandia selalu gagal lolos dari fase grup. Walapun di kualifikasi sempat saling mengalahkan dengan Jerman, persoalan mental ini yang harus segera dibenahi apalagi mereka akan bertemu lagi dengan Ukraina yang mengalahkan mereka back to back pada kualifiaksi Piala Dunia 2014. Untuk Euro kali ini, setidaknya Polandia akan bersaing dengan Ukraina untuk posisi 2, dengan catatan mereka dapat mengatasi Irlandia Utara di pertandingan pertama yang artinya dapat meringankan beban mental mereka. Babak 16 besar sepertinya akan menjadi pencapaian maksimal.

Irlandia Utara sudah terlalu lama absen dari major turnamen sejak terakhir kali mentok di fase grup Piala Dunia 1986. Namun, secara mengejutkan mereka mampu lolos ke Euro 2016 sebagai juara grup mengangkangi Rumania, Hongaria, dan Yunani. Berbekal pemain-pemain EPL yang mungkin tidak akan sebesar bakat legenda mereka George Best, Irlandia Utara tetap memiliki bintang dalam diri Johny Evans, Gareth McAuley, Craig Cathcart, dan tentu saja juru gedor utama mereka Kyle Lafferty. Namun, dengan bekal yang cukup mumpuni ini sepertinya mereka masih akan sulit bersaing dengan ketiga tim lainnya di grup C untuk lolos ke babak knock out. Ketergantungan berlebih kepada Lafferty serta mental yang belum teruji akan jadi batu sandungan mereka.

Group D ((Group of Death))

ESP rev1.jpg

Tidak berlebihan rasanya menyebut grup D sebagai grup neraka pada EURO 2016 ini. Mempertemukan juara bertahan EURO 2012 Spanyol, Semifinalis Piala Dunia Kroasia dan Turki, serta negara yang tidak pernah absen di euro selama satu decade terakhir Rep. Ceko.

Berikut sedikit preview penghuni grup neraka EURO 2016.

Croatia

Road to France : Sebagai runner-up babak kualifikasi EURO 2016 Grup H di bawah Italia namun memiliki selisih gol yang sangat baik sepanjang kualifikasi dengan mencetak 20 gol dan kebobolan hanya 5 gol dari 10 pertandingan menandakan bahwa kroasia harus diwaspadai.

Key Player : Luka Modric – Modric adalah seorang magician di lini tengah baik ketika bermain di level klub maupun di level negara. Baru saja menjuarai Liga Champion membuat performa Modric akan semakin meningkat. Selama Modric bermain luar biasa dalam mengatur lini tengah Kroasia tidak mustahil Kroasia akan  melangkah lebih jauh di EURO 2016.

Team Strength : Midfield Magicians – Banyaknya pemain lini tengah penuh talenta di Kroasia selain Modric seperti Rakitic, Kovacic membuat Kroasia patut diwaspadai ditambah dengan produktifnya Ivan Perisic. Hal ini sudah dibuktikan sepanjang babak kualifikasi dimana Kroasia mencetak 20 gol. Tinggal menunggu waktu saja bagaimana Cecic meramu keseimbangan lini tengah Kroasia di grup neraka ini.

Need Alert : Kroasia adalah kuda hitam yang mungkin akan melaju paling kencang di ajang ini, karenanya Cecic perlu mempertimbangkan detil-detil kecil seperti kemungkinan absennya pilar-pilar mereka jika saja mereka terkena akumulasi kartu atau cedera sehingga harus diparkir di partai penting.

Czech Republic

Road to France : Memuncaki klasemen grup A sepanjang kualifikasi di atas Islandia dan Turki serta menyingkairkan Belanda membuktikan bahwa Ceko tidak bisa dianggap sepele. Mencetak 19 gol sepanjang kualifikasi membuktikan bahwa Ceko patut diperhitungkan.

Key Player : Tomas Rosicky – Sebagai kapten Ceska peran Rosicky amat vital selain sebagai pengatur tempo lini tengah sekaligus sebagai pemimpin pasukan.

Team strength : Smooth transition – Kekuatan Ceska terletak pada kekompakan tim dan transisi antar fase tiap lini. lini belakang yang dikomandoi Petr Cech dapat memberikan rasa aman bagi punggawa yang lain.

Need Alert : Backline – kebobolan 14 gol sepanjang babak kualifikasi menandakan rapuhnya lini belakang Ceska. Jika tidak berbenah maka jangan heran banyak gol akan tercipta ke gawang Petr Cech.

Spain

Road to France : Pemuncak klasemen grup C ini sangat dominan di babak kualifikasi. Catatan 8 clean sheet dalam babak kualifikasi serta hanya kebobolan 3 gol dan mencetak 23 gol, wajar juara bertahan sangat difavoritkan sebagai juara Euro 2016.

Key Player : Sergio Ramos – Ramos adalah pemain bertahan yang komplit, kuat dalam bertahan dan efektif dalam menyerang. Jika Ramos bermain luar biasa maka lini tengah akan merasa nyaman melakukan berbagai macam kreasi serangan.

Team Strength : All position – Dari kiper hingga striker tim Matador diisi pemain-pemain papan atas dunia. Kiper yang tangguh diimbangi bek yang kokoh serta gelandang yang kreatif ditambah striker tajam membuat Spanyol sangat difavoritkan menjadi juara Eropa ke 3 kali berturut-turut. Bisa dilihat bahwa klub klub Spanyol mendominasi turnamen Eropa beberapa tahun terakhir sehingga tidak salah kalau Spanyol memiliki banyak talenta yang berbakat di semua lini.

Need Alert : Luck – Yup kesialan yang membuat Spanyol bisa pulang lebih awal seperti Piala Dunia 2014 kemarin. Selain itu, para pemain muda dan debutan di lini depan Spanyol bisa jadi tidak produktif jika mental tidak terasah.

Turkey

Road to France : Lolos sebagai peringkat 3 terbaik dengan menyingkirkan tim kuat Belanda. Mencetak 14 gol dan kebobolan 9 gol.

Key Player : Hakan Calhanoglu – Gelandang muda klub leverkusen ini handal dalam bola-bola mati.

Team Strength : Squad Spirit – Daya juang Turki yang membuat tim ini menjadi menakutkan. Bisa dibuktikan dengan semifinalis Piala Dunia 2002. Sempat tidak lolos di Euro 2012 bisa dijadikan motivasi Turki menghadapi Euro kali ini di bawah komando kapten Arda Turan yang menjalani musim yang kurang baik bersama Barcelona musim ini.

Need Alert :  inconsistency- Inkonsistensi permainan Turki yang harus diwaspadai.jika tidak konsisten maka posisi juru kunci di grup ini bukan mustahil.

Overall Group Prediction :  Spanyol, Kroasia, Turki, Ceko

GROUP E

Grup yang dipenuhi dengan Negara yang berlangganan EURO, Belgia, Rep. Irlandia, Italia dan Swedia. Dimulai dari Belgia, hampir separuh tim (12 pemain) diisi pemain-pemain Premier League, dengan pemain bintang seperti Eden Hazard , De Bruyne, Romelu Lukaku membuat Belgia difavoritkan untuk lolos pada fase grup ini. Buruknya performa musim lalu bersama Chelsea, Hazard (9.5) perlu membayar kali ini untuk membuktikan kualitas yang ada pada dirinya, sebagai penalty taker dan captain perlu menjadi pertimbangan untuk masuk skuad Euro Fantasy dan tentunya Lukaku (9) yang difavoritkan mendulang pundi-pundi gol. Mari kita tunggu penampilannya.

Rep. Irlandia, tidak kalah dengan Belgia dengan pemain Premier League seperti Seamus Coleman (5.5), O’shea (5), James McCarthy (5.5), Hoolahan (6), Long dan Robbie Keane (7.5)  yang saat ini sudah membela LA Galaxy membuat Irlandia diharapkan dapat bersaing di grup ini, Shane long (6.5) sebagai ujung tombak Irlandia akan menjadi ancaman dan patut diwaspadai bila tim lain tidak ingin terjegal.

Italia, kiper veteran Buffon (6) masih mengawal gawang timnas Italia dan di lini pertahanan ada trio BBC Bonucci (5.5), Barzagli (5.5) dan Chiellini (6) menjadi andalan Antonio Conte di lini pertahanan yang sama-sama pernah memperkuat Juventus. Antonio Candreva (7.5) dan Pelle (8.5) diharapkan bersinar untuk membawa Italia lolos pada fase grup ini.

Swedia, sangat bergantung pada penyerang mereka Zlatan Ibrahimovic (11) dengan umur yang tidak lagi muda Zlatan mencetak 11 dari 19 gol Swedia selama Kualifikasi, dan baru saja membuat rekor 50 gol dalam 51 penampilan dimusim terakhirnya bersama PSG. Sebagai penalty dan set piece taker, nampaknya perlu dipertimbangkan untuk dipilih dalam EURO Fantasy. Untuk yang memiliki budget tipis dan membutuhkan pemain tengah saya sarankan untuk memilih Forsberg (5.5), semoga saja dia bisa bersinar untuk EURO kali ini dan bersama Zlatan menjadi penjegal untuk Italia dan Belgia.

Well, prediksi dari saya satu slot untuk Grup E akan di isi oleh Belgia dengan pemain-pemain muda berbakatnya dan satu slot akan diperebutkan oleh Italia atau Swedia, konsisten dan kesolidan tim yang akan menentukan kelolosannya, apakah Italia dengan pertahanan yang solid atau justru Swedia yang mengandalkan Zlatan Ibrahimovic.

GROUP F

POR rev1.jpg

Magnet Cristiano Ronaldo (€11.0) sebagai football brand yang juga banyak dikenal orang awam olahraga si kulit bundar, akan membuat banyak dari mereka menjagokan Portugal lolos dengan langkah santai ke fase knock out. Banyak fan bola karbitan akan menyangka ini grup ringan, dan menjadikan pertandingan di grup F ini “waktu yang tepat untuk beristirahat sejenak” dari begadang.

Sayangnya tidak demikian. Tiga penghuni grup ini selain Selecao das Quinas, yakni Austria, Hungaria, dan Islandia, malah berangkat ke Prancis dengan catatan mentereng dan ranking FIFA yang tinggi. Masing-masing Austria (ranking 11 FIFA), Hungaria (18), dan Islandia (35) adalah breakthrough team yang mengejutkan dunia. So, lupakan sejenak kiprah Portugal di grup ini karena meski tidak akan berjalan mulus, toh Portugal tetap favorit di grup ini. Kita akan bicarakan kembali mereka di fase knock-out.

Austria, tuan rumah Euro 2008 bersama Swiss, lolos dari babak kualifikasi dengan 9 kemenangan dari 10 laga (1 imbang kontra Swedia). Mereka menjadi unggulan terkuat setelah Portugal versi saya, karena kehadiran para pemain kelas dunia seperti David Alaba (€7.0), Marko Arnautovic (€7.0), atau juara EPL Christian Fuchs (€6.0)tentu menjadi faktor X di pertandingan-pertandingan krusial.

Lain lagi dengan Hungaria. Negeri yang menghentak semesta lewat generasi emas Mighty Magyars di era 1950-an, kini kembali ke turnamen besar setelah sekian lama. Tetangga Austria ini perlu sedikit kerja ekstra sebagai peringkat 3 terbaik di grup kualifikasi yang juga dihuni Irlandia Utara, Rumania, Finlandia, dan juara 2004 Yunani, yang diakhiri dengan kemenangan dramatis kala menghadapi Norwegia di babak play-off. Sayangnya praktis selain Baladz Dzsudzsak (€6.5), tidak ada pemain bintang yang menurut saya mampu menjawab ekspektasi. Kolektivitas dan bermain tanpa beban harusnya jadi kunci kekuatan mereka, selain membawa resep presentasi gol lewat set pieces yang oke di babak kualifikasi. Mereka adalah juru kunci di grup ini bagi saya.

And here comes Islandia. Banyak yang mengernyitkan dahi ketika Belanda gagal berangkat ke Prancis. Satu dari 3 aktor penyebab kejadian memilukan bagi Robin van Persie cs. adalah awak negeri Skandinavia yang tiba-tiba mengangkasa seperti meteor ini. Islandia bersama Austria dan Hungaria sebelumnya adalah target 3 poin bagi negara-negara sepakbola kuat tradisional di masa lalu. Mereka membangun kekuatan sepakbola dengan cara masing-masing, namun Islandia adalah yang paling menarik karena mereka benar-benar mengembangkan olahraga paling popular di dunia ini hingga ke sekolah-sekolah dan “memaksa” para pemain dan pelatih profesionalnya belajar di level liga yang lebih tinggi di negara lain, untuk kemudian membawanya pulang menjadi kekuatan besar. Menarik ditunggu kiprah mereka selanjutnya karena Gylfii Sigurdsson (€8.0) dan kawan-kawan punya peluang untuk melaju ke babak selanjutnya meski hanya sekedar lewat pintu peringkat 3 terbaik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s