For a Few Dollars More – Tukar Dolar di Bank BRI

dollar-1362244_1920

Jika anda melihat mata uang tercinta kita, Rupiah (please, it’s not Rupee guys! Takutnya ada londo baca ni artikel. wkwk), maka rasanya seperti kehabisan energi. Lesu! Menuju 13.800 terhadap 1 USD. Ada apa ini? Wah jangan ditanya deh kenapanya, faktornya banyak, dan ke politik juga. Ya you know lah… Haha. Kita ga mau ada perpecahan hanya karena artikel ini, jadi kita skip aja klo ditanya alasannya melemah.

Nah, tentunya walau sedang melemah, pasti ada orang yang diuntungkan dengan momen ini dong?? Pastinja! (Ejaan lama). Yang suka main forex pasti senang. Dan penulis pun ikut senang. Penulis bukan pemain forex tapi. Alhamdulillah, selepas jadi kuli kontrak di negara nan ga jauh disana, masih punya sisa USD beberapa lembar sajalah. Momen ini mungkin pas buat ane untuk menjadikannya ke dalam rupiah disamping untuk kebutuhan hidup yang semakin sulit. Prinsip aji mumpung! Next, kemana saya harus menukarkan dollar ini, dengan nilai jual/beli yang besar?? Jawabannya: Money changer atau bank. Saya berpikir, money changer itu mesti cek satu-satu, karena ga semua ada info kurs real-time yang online. Oleh karena itu, tujuan saya adalah bank. Lalu, bank apa yang punya nilai beli yang besar? Sampailah saya pada sebuah web yang sangat membantu, kursdollar.net. Ada 3 bank yang memberikan nilai yang besar, yaitu Bank Panin, OCBC dan BRI.

photo_2018-03-12_16-05-35

Saya pilih bank BRI dong. Karena kantor cabangnya ada di sebelah gedung kantor saya ngais rezeki. Haha. Muncullah pertanyaan-pertanyaan dalam benak saya, salah satunya apakah harus jadi nasabah dulu kalau tukar dollar? Karena saya tidak punya rekening bank BRI. Maka saya tanyakan ke kawan saya yang jadi Manager (eh Branch Manager apa ya, atau diatasnya lagi? Waduh maap sob ane ga ngerti posisi ente, yg pasti udah tinggi. Haha) di bank BRI. Kira-kira seperti ini percakapan kami:

Ane (A) : Tanya dong sob, kalo nuker valas di BRI, harus jadi nasabah BRI ga?
Manager BRI (M): Ga kok. Bank notes kan?
A: Iya bank notes kok. Harga sesuai dengan nilai yang tertera di papan kan ya?
M: Bisa nego kok kalau jumlahnya besar.
A: Nah masalahnya jumlahnya ga besar. Haha. Jadi ga perlu nego.
M: Hahaha kirain banyak.

Dari penjelasan teman saya, syaratnya tidak harus jadi nasabah bank BRI. Cukup datang saja ke banknya. Dan itu bisa nego lho. Tentunya dalam jumlah yang banyak. Banyak seperti apa sih? Kalau saya lihat-lihat sih, kemungkinan diatas 10ribu dollar. CMIIW saja.

Esoknya, saya sudah bawa amplop ke kantor berisi XXX USD. 3 digit saja saudara-saudara. Tidak banyak kaaan? Padahal itu jumlah sudah digabung dengan dollar nya teman saya yang sama-sama habis nguli juga. Yah, namanya juga kuli, disyukuri saja semua nikmat yang ada. Oke, sesampainya disana sekitar pukul 11 siang, maka seperti inilah poin-poinnya dalam penukaran bank notes dollar menjadi rupiah.

Datang masuk dari pintu utama bank, bertemu satpam, ditanya kepentingannya. Saya jawab ingin menukarkan uang USD ke dalam rupiah.

Apakah bisa tanpa menjadi nasabah? Exactly like my friend said. Datang saja, bawa duit asing, boleh.

Apakah kursnya sesuai dengan yang tertera di papan? Tidak! Wkwk. Ternyata mereka bilang itu belum diupdate. Udah jam 11.00 belum diupdate? Ada keanehan. Dan, setelah dicek diserver, nilainya turun! (siake, gw dikerjain apa. Tapi ga apa2 lah, gw orangnya ga ambil pusing, selama masih batas toleransi).

Ada kriteria dari lembarannya (bank notes)? Ada!

  • Uang harus keluaran cetakan baru atau masih agak baruan lah. Uang saya cetakan masih 2011 klo ga salah, tapi katanya mbanya bukan yang seri terbaru. Alhamdulillah masih diterima.
  • Bentuk uang harus rapi! Ga boleh lecek, ga boleh kusam dan ga boleh ada lipatan. Uang saya dibalikin 1 lembar karena sudah kusam dan agak lecek. Hiks.
  • Nominal uang harus minimal atau diatas USD 100. What?! Jadi uang saya dengan nilai 50 dan 10-an dikembalikan, tidak bisa ditukar. Setelah saya tanyakan ke mba tellernya, nominal minimal adalah ketentuan dari kantor cabang masing-masing. Kalau di pusat bisa 50 katanya.

Ditanya mbak tellernya, mau bentuk cash atau transfer ke rekening? Disini saya pilih cash, karena saya tidak punya rekening bank BRI. Kalaupun transfer pake bank lain, nanti ada chargenya. RUGI. (saya tidak mau dirugikan bank. Haha).

Ada syarat lagi? Oh iya, ada, serahkan KTP kita, untuk difotokopi.

Setelah menunggu lebih dari 10 menit, entah kenapa agak lama juga, akhirnya keluar juga tuh duit Rupiah. Dihitung pake mesin dihadapan saya, sesuai. Saya hitung ulang, juga cocok. Itu mesin penghitung uang tingkat akurasinya tinggi sekali ya… Bawa duit segepok ke kantor, bagi-bagi ke teman yang titip menukarkan. Langsung deh, setor tunai ke bank. Alhamdulillah, ada tambahan uang masuk. Bisa beli susu dan pempers buat anak.

Artikel ini adalah pengalaman pribadi buat nge-share ke citizen. Tidak ada pihak sponsor dalam review ini. Terima kasih telah mengikuti.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s